Ereksi melemah saat berhubungan: penyebab, yang bisa dilakukan, dan kapan ke dokter
Penelitian dan sumber yang digunakan tercantum di bagian akhir. Belum ditinjau oleh dokter. Kebijakan redaksi
Di tengah hubungan, ereksi melemah. Setelah pernah terjadi sekali, mudah merasa khawatir hal itu akan terulang. Ereksi yang melemah adalah salah satu bentuk disfungsi ereksi. Berikut penyebab yang umum, hal yang bisa Anda lakukan sendiri, dan ke mana berkonsultasi.

Ereksi yang melemah saat berhubungan berarti ereksi tidak bisa dipertahankan, dan ini salah satu bentuk disfungsi ereksi (DE). Penyebabnya dibagi dua: faktor sesaat seperti gugup, alkohol, dan lelah, serta faktor fisik seperti pembuluh darah, otot, dan usia. Sesekali terjadi itu umum; jika berulang, itu alasan untuk ke dokter. Hal yang bisa dilakukan sendiri yang sudah diteliti antara lain latihan otot dasar panggul, olahraga aerobik, dan penurunan berat badan.
Daftar isi
Apa artinya
DE biasanya dijelaskan sebagai tidak bisa mencapai atau mempertahankan ereksi yang cukup untuk hubungan yang memuaskan. Ereksi yang melemah sebelum, selama, atau setelah penetrasi termasuk bagian kedua: tidak bisa mempertahankan ereksi.
Dua jenis penyebab
DE sering dibagi menjadi psikologis, fisik, atau campuran. Untuk ereksi yang melemah, membagi penyebabnya menjadi dua kelompok membantu Anda memilih langkah yang sesuai.
Faktor sesaat
- Gugup, tekanan, atau cemas karena sebelumnya tidak berhasil
- Terlalu banyak alkohol
- Lelah atau kurang tidur
- Rangsangan terhenti sejenak, misalnya saat memakai kondom
Faktor fisik
- Penyakit yang memengaruhi pembuluh darah, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan kolesterol tinggi
- Merokok, lemak perut, dan kurang bergerak
- Perubahan pembuluh darah dan otot seiring usia
- Efek samping obat
Ketika penyebab fisik membuat ereksi sulit dipertahankan, rasa takut "akan melemah lagi" ikut menumpuk dan membuat situasinya makin sulit (jenis campuran). Mengetahui kelompok mana yang lebih mirip dengan kondisi Anda adalah langkah awal yang baik. Tes mandiri 1 menit dapat membantu Anda memilahnya.
Otot yang menjaga ereksi
Ereksi bertahan selama darah tetap berada di penis. Otot iskiokavernosus dan bulbospongiosus di pangkal penis, bagian dari dasar panggul, diduga membantu dengan berkontraksi untuk menahan darah agar tidak cepat keluar.
- Metode
- Kontraksi harian dalam posisi berbaring, duduk, dan berdiri, diajarkan oleh fisioterapis
- Pembanding
- Kelompok yang hanya mendapat saran gaya hidup
- Keterbatasan
- Penelitian kecil dengan bimbingan tenaga profesional
Coba kontraksinya sekarang dengan timer Kegel 1 menit yang gratis. Tanpa pendaftaran dan tanpa aplikasi.
Yang bisa dilakukan saat itu
- Batasi alkohol: terlalu banyak alkohol membuat ereksi lebih sulit dipertahankan. Jika malam itu penting, tentukan batas Anda sebelumnya.
- Jangan memaksakan diri saat lelah: kurang tidur dan kelelahan ikut berperan. Menunda ke hari lain adalah pilihan yang wajar.
- Tidak perlu terburu-buru: ereksi yang melemah bisa kembali dengan rangsangan lanjutan. Rasa takut gagal lagi justru membuatnya lebih mungkin terjadi.
- Bicarakan dengan pasangan: melakukannya perlahan, tanpa menjadikan penetrasi satu-satunya tujuan, mengurangi tekanan bagi banyak pria.
Kebiasaan yang bisa diperbaiki
Untuk penyebab fisik, pendekatan jangka panjang berikut sudah diteliti:
- Latihan otot dasar panggul: kencangkan selama 3 sampai 5 detik lalu lepaskan selama waktu yang sama, 10 kali, 3 kali sehari. Penelitian di atas berlangsung 3 bulan.
- Olahraga aerobik: dalam tinjauan penelitian tentang olahraga dan DE (Gerbild dkk., 2018), banyak penelitian memakai olahraga sedang sampai berat selama 40 menit, 4 kali seminggu, selama sekitar 6 bulan.
- Berat badan dan pola makan: dalam uji terhadap 110 pria dengan obesitas (Esposito dkk., 2004), 31% kelompok yang dibimbing selama 2 tahun untuk menurunkan berat badan lewat pola makan dan olahraga memiliki skor fungsi ereksi normal, dibanding 5% pada kelompok pembanding.
- Berhenti merokok: rokok merusak pembuluh darah dan merupakan penyebab DE yang sudah dikenal.
Pria usia 20-an dan 30-an
Ereksi yang melemah tidak hanya dialami pria yang lebih tua. Pada pria muda, faktor sesaat seperti gugup, tekanan, lelah, dan alkohol sering berperan, tetapi bisa juga ada penyebab fisik. Jika terus berulang, periksakan diri ke dokter berapa pun usia Anda.
Kapan perlu ke dokter
Konsultasikan dengan dokter spesialis urologi, dokter spesialis andrologi, atau dokter Anda jika hal ini berulang, muncul tiba-tiba, ereksi pagi hari hampir tidak ada lagi, Anda memiliki diabetes, tekanan darah tinggi, atau kolesterol tinggi, atau merasakan nyeri dada atau sesak napas. DE bisa menjadi tanda penyakit jantung atau pembuluh darah. Dokter umumnya meresepkan obat minum yang membantu ereksi (penghambat PDE5), dan sebagian layanan juga menyediakan konsultasi jarak jauh.
Pertanyaan umum
Apakah ereksi yang melemah di tengah hubungan termasuk disfungsi ereksi?
DE mencakup tidak bisa mencapai maupun tidak bisa mempertahankan ereksi yang cukup untuk hubungan yang memuaskan, jadi ereksi yang melemah di tengah jalan termasuk di dalamnya. Jika hanya sesekali, misalnya setelah minum alkohol atau saat sangat lelah, hal itu umum terjadi. Jika berulang atau muncul tiba-tiba, konsultasikan dengan dokter spesialis urologi atau dokter Anda.
Apakah ereksi bisa melemah pada usia 20-an atau 30-an?
Bisa. Pada pria muda, situasi saat itu sering berperan: gugup, tekanan, lelah, kurang tidur, atau alkohol. Namun bisa juga ada penyebab fisik, jadi jika terus berulang, periksakan diri ke dokter berapa pun usia Anda.
Apakah olahraga dan perubahan gaya hidup membantu pada disfungsi ereksi?
Yang sudah diteliti antara lain olahraga aerobik (sekitar 160 menit per minggu), latihan otot dasar panggul, serta pola makan dan olahraga untuk menurunkan berat badan. Dalam uji acak terhadap 110 pria dengan obesitas (Esposito dkk., 2004), sekitar sepertiga kelompok perubahan gaya hidup memiliki skor fungsi ereksi dalam rentang normal setelah 2 tahun. DE juga bisa menjadi tanda awal penyakit jantung atau pembuluh darah, jadi periksakan dulu penyebabnya ke dokter.
Sumber
- Dorey G, et al. Randomised controlled trial of pelvic floor muscle exercises and manometric biofeedback for erectile dysfunction. Br J Gen Pract. 2004;54(508):819-825. pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC1324914/
- Gerbild H, et al. Physical Activity to Improve Erectile Function: A Systematic Review of Intervention Studies. Sex Med. 2018;6(2):75-89. doaj.org/article/91eb296258654277ba5cb0268ced6754
- Esposito K, et al. Effect of lifestyle changes on erectile dysfunction in obese men: a randomized controlled trial. JAMA. 2004;291(24):2978-2984. search.pedro.org.au/search-results/record-detail/11354